Investigasi Hukum

Arah RAPBN 2017 ala Sri Mulyani

JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku tengah menyusun nota keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017. Terkait hal tersebut, Ia berkomitmen untuk menggunakan kebijakan fiskal di tahun 2017 untuk memperbaiki ketimpangan ekonomi.

Termasuk diantaranya, isu-isu sosial seperti kemiskinan dan pengangguran. Hal itu merupakan salah satu fokus dirinya setelah menjabat sebagai Menteri Keuangan pekan lalu.

Ia memastikan, alokasi anggaran untuk hal tersebut menjadi prioritas. Hal ini berbeda dengan fokus penggunaan anggaran pemerintah sebelumnya, yang lebih mengutamakan ekspansi, dengan memperbanyak anggaran untuk proyek infrastruktur.

Mantan Managing Director Bank Dunia ini juga bilang, fokus penggunaan anggaran tidak hanya terkait jumlah yang akan dialokasikan. “Yang lebih penting adalah kualitasnya,” kata Sri Mulyani, Kamis (4/8) di Jakarta.

Selain dengan mengalokasikan anggaran untuk pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar secara langsung. Alokasi juga akan disalurkan melalui pemerintah daerah.

Sebab, pemerintah daerah jauh lebih faham cara mendorong ekonomi masyarakat miskin didaerahnya. Sehingga mereka bisa menyiapkan alokasi yang lebih spesifik dyang dibutuhkan masyarakatnya.

Hanya saja, Sri Mulyani belum mau menyebutkan porsi anggaran yang dibutuhkan untuk tujuan itu.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, salah satu strategi yang akan dilakukan pemerintah untuk mencapai tujuan itu adalah dengan memperbaiki sistem pemberian bantuan sosial. Karena selain anggaran pendidikan, kesehatan dan lainnya, bantuan sosial juga memberikan andil dalam mengurangi kemiskinan dan menyempitkan angka ketimpangan ekonomi.

Nah, program yang disiapkan untuk memperbaiki sistem penyaluran adalah dengan membuat e-warung. Melalui e-warung penyaluran program bantuasn sosial seperti beras rakyat sejahtera (Rastra) atau Program Keluarga Harapan (PKH) bisa secara online, tanpa penyerahan tunai.

Masyarakat penerima bantuan hanya cukup mendatangi agen-agen yang sudah ditunjuk dia sejumlah daerah untuk mendapatkan berbagai ekbutuhan pokok. Di agen-agen itu masyarakat bisa memperloeh berbagai kebutuhan, seperti sembako hingga membayar tagihan listrik.

Dana bantuan sosial akan ditransferkan ke rekening peneriman. Nah, masayarakat penerima hanya menyerahkan kartu yang sudah diisi saldo dengan cara ditrasnfer tadi. (kontan.co.id)