Investigasi Hukum

Bunga Kredit Rumah Mulai Lebih murah

JAKARTA. Baru awal tahun, bank-bank mulai menggenjot kredit pemilikan rumah (KPR). Demi memikat nasabah, sejumlah bank pemain KPR menawarkan iming-iming bunga murah.

Dengan bunga kredit miring harapannya permintaan KPR bakal meningkat. Bank Central Asia (BCA), termasuk bank yang gencar menawarkan promo bunga KPR murah yakni satu digit.

BCA meluncurkan program bunga KPR 9% tetap selama lima tahun, yang ditawarkan mulai 9 Februari hingga 29 Juli mendatang. Kata Henry Koenaifi Direktur Konsumer BCA, penawaran bunga KPR satu digit bisa BCA lakukan karena sumber dana murah cukup berlimpah.

Dia berharap tawaran bunga rendah tersebut bisa memacu pertumbuhan kredit BCA sebesar 10%, dari realisasi tahun lalu yang tumbuh 9,25%. “Bunga KPR single digit ini untuk jangka panjang,” tutur Henry kepada KONTAN, Rabu (10/2).

Tak mau kalah, Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Negara Indonesia (BNI) juga memberi tawaran bunga KPR mini. Menurut Direktur Kredit Pemilikan Rumah BTN Mansyur Nasution, BTN menawarkan bunga KPR 6,6% untuk jangka waktu satu tahun.

Bunga ini  untuk pembelian rumah non subsidi dengan kisaran harga Rp 250 juta hingga Rp 350 juta per unit.

“Bunga rendah ini hasil kerja sama dengan 40 pengembang. Dari besaran itu, 6,6% dari BTN dan 3% dibiayai pengembang,” kata Mansyur.

BTN membidik pertumbuhan KPR non subsidi tahun ini sebesar 18%–19%. Diharapkan kontribusi KPR non subsidi menyumbang porsi 56% kredit BTN. Tahun lalu, KPR non subsidi naik 17,47% menjadi Rp 53,56 triliun. Sementara KPR subsidi tumbuh 26,73% menjadi Rp 43,52 triliun.

Mansyur memprediksi, KPR subsidi tahun ini tumbuh 13%–15% dengan kontribusi hingga 44% dari total kredit perumahan BTN.

Direktur Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo menuturkan, pihaknya sudah lebih awal menawarkan bunga single digit, yakni  sejak Januari 2016. BNI memberikan bunga KPR 8,70% untuk dua tahun pertama dan 10,70% untuk tiga tahun selanjutnya.

Tren penurunan bunga

BNI masih mengkaji pemberian bunga KPR rendah lebih lanjut. “Kami mengkaji secara insentif pemberian bunga KPR single digit untuk jangka waktu yang lebih panjang,” ujar Anggoro. BNI tahun ini membidik pertumbuhan KPR 10%-12%.

Sebagai catatan, pada awal tahun ini sejumlah bank mulai menurunkan suku bunga KPR. Misal, Bank Panin yang memangkas suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR menjadi 11,75% per akhir Januari 2016 dari akhir 2015 di level 12,61%. Pun Bank Permata dan Bank Danamon, yang sama-sama memangkas bunga KPR sebesar 25 bps masing-masing menjadi 12%.

Senior Corporate Executive Consumer Banking Bank OCBC NISP Ka Jit menuturkan bahwa pihaknya akan memangkas suku bunga KPR secara bertahap. Saat ini, Bank OCBC NISP memberikan bunga KPR di bawah 10% untuk jangka waktu satu tahun hingga tiga tahun. “Bank OCBC NISP menargetkan KPR tumbuh 10% di tahun ini,” imbuh Ka Jit. (kontan.co.id)