Investigasi Hukum

ASTRA DAN BRIDGESTONE BENTUK JOINT VENTURE

JAKARTA. Grup Astra terus melanjutkan ekspansi di sektor otomotif demi memperbaiki kinerja. Kali ini, melalui PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), perusahaan yang didirikan mendiang William Soeryadjaya ini membentuk perusahaan patungan.

Hugeng Gozali, Direktur AUTO mengatakan, pihaknya telah meneken perjanjian usaha patungan dengan Bridgestone Corporation pada 2 Juli 2015. Keduanya akan mendirikan dan mengembangkan perusahaan yang bergerak di bisnis komponen, khususnya produk anti-vibration.

Pada perusahaan patungan ini, AUTO mengempit saham sebesar 49%. Sedangkan, Brigeston menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 51% saham.

“Pembentukan perusahaan patungan ini akan menyerap investasi sekitar Rp 174 miliar,” ujar Hugeng dalam pernyataan resmi, Senin (6/7).

Rencananya, perusahaan patungan ini akan berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Pabrik tersebut akan memproduksi sejumlah komponen seperti engine mounting, body mounting, dan suspension parts.

Semua produk itu untuk memenuhi pasar kendaraan roda empat atau lebih. Kegiatan produksi secara massal diperkirakan akan mulai terealisasi pada Januari 2016 mendatang. Sekadar informasi, Bridestone merupakan perusahaan ban dan karet terbesar di dunia.

Korporasi raksasa yang berpusat di Tokyo Jepang ini memiliki 170 fasilitas manufaktur di 26 negara. Total penjualan bersih Bridgestone tahun lalu mencapai 3,67 triliun yen. Selain ban, Bridgestone juga memproduksi berbagai produk diversifikasi, salah satunya komponen otomotif seperti anti-vibration.

Editor: Yudho Winarto (www.kontan.co.id)