Investigasi Hukum

ADHI KARYA GARAP PROYEK LRT AGUSTUS 2015

JAKARTA. Pembangunan kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) bakal direalisasikan. Pasalnya PT Adhi Karya Tbk (ADHI) akan segera memulai pembangunan tahap I LRT pada Agustus 2015. Namun Adhi Karya baru bisa melakukan proyek tersebut jika sudah ada penugasan berupa Peraturan Presiden (Perpres), dan izin proyek dari Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta.

Kiswodarmawan, Direktur Utama Adhi Karya mengatakan, jalur tahap I yang akan segera dibangun adalah Cibubur – Cawang dan Bekasi Timur – Cawang – Kuningan – Dukuh Atas. Di mana dana  yang diperlukan sebesar Rp 12 triliun.

Rinciannya, untuk pembangunan jalur Cibubur – Cawang membutuhkan dana Rp 7 triliun, dan pembangunan jalur Bekasi Timur sampai Dukuh Atas membutuhkan dana Sebesar Rp 5 triliun.

Kemudian, untuk jalur II terdiri dari Cibubur – Bogor dan Dukuh Atas – Palmerah – Senayan, serta jalur III terdiri dari Palmerah – Grogol. “Pokoknya total investasi LRT ini Rp 35 triliun – Rp 40 triliun,” kata Kiswodarmawan, Senin (27/7).

Sumber dana sebesar itu akan berasal dari berbagai sumber. Seperti penyertaan modal pemerintah sebesar Rp 1,4 triliun, penambahan modal dari publik sebesar Rp 1,345 triliun, serta pinjaman dari sindikasi bank-bank BUMN. “Kami menunjuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebagai lead untuk kredit,” terang Kiswodarmawan.

Jika berjalan mulus, proyek LRT ini akan rampung 3 tahun – 4 tahun mendatang dengan asumsi proyek mulai berjalan ada minggu pertama bulan Agustus 2015, pembangunan memakan waktu 1 tahun untuk 1 jalur, serta pemerintah tidak molor dan setengah-setengah dalam mendanai proyek ini.

Informasi saja, jalur dan stasiun LRT akan menggunakan jalur tepi jalan tol yang telah mendapatkan izin prinsip dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor TN.13.03- Mn/408 tanggal 19 Mei 2015.

Moda ini dibangun elevated dengan ketinggian antara 9-12 meter di atas permukaan tanah dengan menggunakan system konstruksi precast yang akan diproduksi oleh Anak Perusahaan PT APB. Elevated System tersebut tidak mengganggu ketentuan ruang terbuka hijau, dengan tetap berfungsi sebagai ruang hijau (bertanaman).

Track yang digunakan narrow gauge 1067 mm sebagaimana track yang ada di Indonesia. Rolling stock menggunakan power 750 V DC seperti yang digunakan commuter line KAI. Kapasitas angkut 400 orang per train set (3 car/gerbong) sehingga kapasitas angkut 816.000 orang per hari dengan headway minimal 2 menit pada saat peak hour. (www.kontan.co.id)

Editor: Hendra Gunawan